Dumai – Sidang Jonathan Aktor terkenal Jonathan Frizzy kembali menjadi sorotan publik setelah namanya terseret dalam kasus impor ilegal vape yang diduga mengandung zat Etomidate.
Dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jonathan duduk di kursi saksi sekaligus terdakwa.
Hakim memulai persidangan dengan membacakan dakwaan terkait dugaan pelanggaran hukum atas masuknya produk vape yang mengandung bahan kimia berbahaya.
Salah satu poin utama dalam dakwaan adalah soal kandungan Etomidate, zat anestesi yang seharusnya hanya digunakan untuk tindakan medis, bukan konsumsi bebas.
Vape yang mengandung Etomidate dinilai berbahaya karena dapat menimbulkan efek sedatif kuat dan membahayakan pengguna bila digunakan tanpa pengawasan medis.

Dalam sesi tanya-jawab, majelis hakim mencecar Jonathan dengan berbagai pertanyaan terkait pengetahuannya akan isi dari produk vape yang ia impor.
Baca Juga : Jelang Pengumuman BI Rate Rupiah Perkasa ke Rp 16.400/ US$
“Apakah Saudara tahu bahwa produk yang Saudara bawa mengandung Etomidate?” tanya hakim ketua dengan nada tegas.
Jonathan tampak gugup menjawab, namun bersikukuh bahwa ia tidak mengetahui kandungan tersebut secara spesifik.
Ia berdalih bahwa dirinya hanya berperan sebagai investor pasif dalam bisnis vape yang dijalankan oleh rekannya.
Namun, hakim tidak langsung menerima alasan tersebut dan menggali lebih jauh keterlibatan Jonathan dalam proses impor.
Jaksa penuntut umum pun menampilkan bukti berupa email dan pesan singkat yang menunjukkan bahwa Jonathan ikut terlibat dalam pemesanan dan pengurusan dokumen impor.
Bukti itu memperlihatkan bahwa Jonathan mengetahui merek dan spesifikasi produk, termasuk daftar kandungan cairan vape yang dikirim dari luar negeri.
Selain itu, ditemukan pula catatan transaksi yang menunjukkan bahwa Jonathan turut membayar bea cukai dan biaya distribusi lokal.
Hakim kemudian mempertanyakan mengapa Jonathan tidak mengecek komposisi kimia dari produk yang ia bantu distribusikan.
Sebagai publik figur, seharusnya Saudara lebih berhati-hati. Ini bukan bisnis biasa, ini menyangkut kesehatan masyarakat,” ujar hakim dengan nada keras.
Jonathan kembali menyatakan bahwa ia merasa tertipu
