Shoppe Mall Shoppe Mall Shoppe Mall

Desak Presiden Rebuilding Kilang Pertamina Dumai yang Uzur

Shoppe Mall

MPMS Dumai Desak Presiden Prabowo Lakukan Rebuilding Kilang Pertamina RU II

DUMAI – Rencana aksi besar-besaran tengah digagas Majelis Persekutuan Pemuda Melayu Serumpun (MPMS) menyusul terjadinya ledakan berulang di Kilang Pertamina Internasional Refinery Unit (RU) II Dumai. Gelombang kekhawatiran masyarakat terhadap keselamatan lingkungan dan ancaman bahaya kini mencapai puncaknya.

MPMS berencana menggelar aksi damai yang diperkirakan diikuti sekitar 500 peserta pada Senin, 20 Oktober 2025, mulai pukul 09.00 WIB. Aksi akan dipusatkan di depan Kantor PT Kilang Pertamina Internasional RU II Dumai.

Shoppe Mall

Aksi ini bertujuan mendesak Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, agar segera memprioritaskan program peremajaan total (rebuilding) kilang minyak tersebut, yang dinilai sudah berumur dan berpotensi menimbulkan bencana besar.

baca juga : 5 Fakta WN China Minta Balik Rp 200 Juta Usai Kasus Reni Terkuak

MPMS: Kilang Sudah Uzur dan Harus Dibangun Baru

Ketua Umum MPMS, Agoes Budianto, menegaskan bahwa aksi ini lahir dari kepedulian terhadap keselamatan masyarakat Dumai dan keberlanjutan ketahanan energi nasional.

“Kami sangat mengkhawatirkan frekuensi insiden ledakan yang terjadi di Kilang Pertamina Dumai. Kilang ini usianya sudah lebih dari 50 tahun. Ini bukan lagi masalah perawatan rutin, melainkan sudah harus dibangun baru,” tegas Agoes Budianto di Dumai, Rabu (15/10/2025).

Ia menilai, kondisi fasilitas yang telah berusia setengah abad membuat risiko kecelakaan kerja semakin tinggi. Selain mengancam keselamatan pekerja, potensi bahaya juga mengintai masyarakat sekitar dan aset vital negara.

“Usia kilang yang tua sangat rentan memicu bencana besar. Ini bukan hanya ancaman bagi lingkungan, tetapi juga nyawa warga Dumai. Kami mendesak Presiden Prabowo Subianto agar segera menjadikan rebuilding Kilang Pertamina RU II sebagai prioritas nasional,” lanjutnya.

Aksi Damai Akan Dilaksanakan Tertib dan Sesuai Hukum

MPMS telah menyampaikan surat pemberitahuan resmi kepada Kapolres Dumai dengan Nomor: 012/MPMS/X/2025 pada Selasa (15/10/2025). Dalam surat tersebut, MPMS memastikan seluruh kegiatan aksi akan berjalan tertib, damai, dan sesuai peraturan perundang-undangan.

Desak Presiden Rebuilding Kilang Pertamina Dumai yang Uzur, MPMS Gelar Aksi di Depan RU II Senin - Riaukepri.com

Massa aksi akan membawa berbagai perlengkapan pendukung seperti mobil komando, pengeras suara, spanduk, dan poster dengan pesan utama:

“Mendesak Presiden RI Bapak Prabowo Subianto untuk segera melakukan peremajaan (rebuilding) PT Kilang Pertamina Internasional RU II Dumai.”

Agoes menjelaskan, aksi ini tidak memiliki kepentingan politik atau provokasi, tetapi murni sebagai bentuk seruan moral dan tanggung jawab sosial.

“Kami berdiri atas nama kemanusiaan dan keselamatan masyarakat Dumai. Aksi ini adalah panggilan hati nurani agar pemerintah mendengar jeritan warga yang setiap hari hidup di bawah bayang-bayang ancaman ledakan,” ungkapnya.

Insiden Ledakan Berulang Jadi Sorotan Nasional

Dalam beberapa tahun terakhir, Kilang Pertamina RU II Dumai kerap menjadi sorotan publik karena serangkaian insiden kebakaran dan ledakan. Salah satu peristiwa besar terjadi pada Maret 2023, ketika ledakan di area kompresor mengakibatkan beberapa pekerja mengalami luka serius.

Sejak saat itu, berbagai kalangan mulai menyoroti aspek keselamatan kerja, perawatan fasilitas, dan sistem pengawasan industri yang dinilai belum maksimal.

Kilang RU II Dumai merupakan salah satu kilang minyak tertua di Indonesia, beroperasi sejak awal 1970-an dengan kapasitas produksi mencapai 170 ribu barel per hari. Kilang ini berperan penting dalam menjaga suplai BBM untuk wilayah Sumatera dan sebagian Jawa.

Namun, usia infrastruktur yang menua menyebabkan tingkat risiko kebocoran dan kegagalan sistem semakin tinggi. Kondisi tersebut menuntut langkah cepat dan konkret dari pemerintah pusat maupun manajemen Pertamina untuk melakukan rebuilding total.

Warga Dumai Harap Pemerintah Turun Tangan

Warga Dumai yang tinggal di sekitar kawasan industri juga mengaku resah setiap kali mendengar kabar ledakan. Banyak di antara mereka mengalami trauma dan gangguan kesehatan akibat paparan asap dan getaran.

Salah satu warga Kelurahan Bukit Datuk, Herlina (43), berharap pemerintah segera turun tangan meninjau langsung kondisi kilang.

“Setiap kali ada ledakan, rumah kami ikut bergetar. Anak-anak ketakutan. Kami cuma ingin pemerintah serius memperbaiki fasilitas itu agar tidak ada korban lagi,” ujarnya.

Kekhawatiran ini semakin kuat karena lokasi kilang berdekatan dengan permukiman padat. Warga menilai, jika tidak ada peremajaan total, potensi bencana besar hanya tinggal menunggu waktu.

Dorongan Rebuilding Jadi Tuntutan Bersama

Melalui aksi damai pada 20 Oktober mendatang, MPMS berkomitmen menyuarakan aspirasi warga Dumai secara terbuka. Mereka berharap Presiden Prabowo Subianto, bersama Kementerian BUMN dan Pertamina, segera merumuskan kebijakan peremajaan total kilang yang aman, modern, dan ramah lingkungan.

“Kami tidak ingin menunggu sampai ada korban jiwa baru bertindak. Rebuilding kilang harus menjadi agenda prioritas demi keselamatan rakyat dan ketahanan energi Indonesia,” tegas Agoes menutup pernyataannya.

baca juga : TNI AL dan Polda Riau Gagalkan Penyelundupan 31 Kg Sabu

Aksi yang diinisiasi MPMS ini sekaligus menjadi momentum untuk mengajak seluruh elemen masyarakat Dumai bersatu menyuarakan keselamatan publik di atas kepentingan industri. Pemerintah diharapkan menjadikan suara rakyat sebagai dasar kebijakan pembangunan energi yang lebih aman dan berkelanjutan.

Shoppe Mall