Dumai – Sidang lanjutan kasus dugaan persetubuhan anak di bawah umur dan aborsi yang menjerat Vadel Badjideh kembali digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Rabu, 6 Agustus 2025
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5314540/original/055433600_1755090717-2.jpg)
Baca Juga : 2 Kurir Ditangkap di Dumai, Mengaku Akan Antar Sabu 2 Kg ke Medan
Sidang Lanjutan Vadel Dua hari sebelumnya, pada 2 Juli 2025, Vadel akhirnya bertemu langsung dengan Nikita Mirzani dan Lolly di
Vadel mengatakan, “Alhamdulillah, bisa ketemu ibunya sekarang,” menandai momen yang sangat ia harapkan dalam persidangan
Keluarga Vadel, khususnya kakaknya, menyebut kehadiran mereka dalam sidang sebagai bentuk dukungan moral walaupun melelahkan dan menegangkan
Martin menyampaikan bahwa yang penting adalah terus memberikan doa dan dukungan agar kasus cepat selesai dan hasilnya.
Suasana ruang sidang sempat mencair dengan pelukan hangat antara Vadel dan anggota keluarganya, momen yang penuh makna di tengah ketegangan ini persidangan.
Bintang Badjideh mengenang momen tersebut sebagai pengingat menghadirkan “hangatnya” kebersamaan mereka di luar sidang.
ini Vadel sendiri menyampaikan bahwa sidang berjalan baik; persiapan mentalnya mantap dan ia berusaha bertahan dengan optimisme penuh.
selama persidangan, Oya Abdul Malik optimis bahwa kebenaran akan muncul di mata hukum, melalui proses meski terlihat rumit dan penuh sorotan.
Dalam peluang sidang-sidang mendatang, menurut Oya, pihak Vadel sedang menyiapkan kemungkinan menghadirkan anggota keluarga sebagai saksi tambahan.
Agenda selanjutnya dijadwalkan pekan depan, dengan JPU kemungkinan menghadirkan saksi ahli pidana yang sebelumnya batal hadir.
Perkembangan terbaru menunjukkan bahwa pembelaan Vadel fokus pada menghadirkan saksi yang dapat mendukung posisinya, sementara JPU secara bertahap menyiapkan saksi ahli untuk memperkuat tuntutan.
Emosi, dukungan keluarga, dan penahanan membuat proses persidangan ini semakin intens, dengan publik menyaksikan drama hukum yang terjadi.
Vadel sendiri mencoba mengambil hikmah dari masa sulit ini sebagai momen introspeksi agar menjadi pribadi yang lebih baik.
Tim pembela menaruh harapan besar bahwa kesaksian keluarga dan saksi lain akan memiliki dampak positif dalam membantu meringankan.
