Dumai – panikan Pendaki Gunung Semeru mendadak berubah mencekam ketika kabar tentang adanya erupsi dahsyat menyebar di kalangan para pendaki.
Informasi yang beredar cepat melalui komunikasi radio dan ponsel membuat puluhan pendaki yang sedang berada di jalur pendakian bergegas mencari titik aman.
Sejumlah di antara mereka bahkan panik karena khawatir letusan terjadi lebih besar.
Kabar Erupsi Memicu Kepanikan di Jalur Pendakian
Menurut kesaksian para pendaki, kabar bahwa Semeru mengalami erupsi dengan lontaran material cukup besar mulai terdengar sekitar siang hari.

Baca Juga : Prediksi Pemain Persijap Jepara Vs Semen Padang FC: Dicky-Wahyudi Absen
Beberapa pendaki yang berada di sekitar Kalimati dan Arcopodo langsung berusaha turun menuju pos Ranu Kumbolo. Mereka mengaku mendengar suara gemuruh dari arah puncak Mahameru.
Pendaki lain yang tengah beristirahat di pos sebelumnya juga mengaku melihat lontaran debu vulkanik tipis yang tertiup angin.
Meskipun belum jelas seberapa besar letusan yang terjadi, banyak yang memilih tidak mengambil risiko dan mempercepat proses evakuasi mandiri.
“Gemuruhnya kuat dan kami dapat info dari HT kalau ada erupsi besar. Semua spontan panik dan langsung turun,” ujar salah satu pendaki yang berhasil dievakuasi petugas.
Petugas Taman Nasional Lakukan Evakuasi dan Penutupan Sementara
Melihat meningkatnya kepanikan para pendaki, petugas Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) segera bergerak.
Tim gabungan dikerahkan dari beberapa pos untuk membantu evakuasi dan memastikan tidak ada pendaki yang tertinggal di jalur berbahaya, terutama di sekitar area rawan guguran awan panas di sektor selatan.
Petugas juga mengumumkan penutupan sementara jalur pendakian hingga kondisi dinyatakan kembali aman.
Informasi resmi dikeluarkan melalui pos pendakian, kanal media sosial, serta komunikasi radio yang ditujukan kepada relawan dan kelompok pecinta alam.
“Kami prioritaskan keselamatan para pendaki. Semua diminta segera turun dan menjauh dari daerah yang berpotensi terdampak lontaran material,” jelas perwakilan BB TNBTS.
Situasi Berubah Cepat, Banyak Pendaki Syok dan Lemas
Di Ranu Kumbolo, beberapa pendaki tampak lemas dan syok akibat kelelahan serta kepanikan saat proses evakuasi.
Tim medis relawan memberikan pertolongan pertama bagi mereka yang mengalami sesak napas, serangan panik, atau kelelahan ekstrem.
Beberapa pendaki perempuan bahkan sempat menangis karena takut menghadapi kemungkinan erupsi lanjutan. Kondisi alam yang berkabut dan angin kencang turut memperburuk suasana.
Pendaki yang baru turun ke pos Ranupani juga menyebutkan bahwa sebagian pendaki tidak sempat mengemas peralatan secara lengkap karena lebih mengutamakan keselamatan.
PVMBG Pastikan Aktivitas Vulkanik Meningkat, Masyarakat Diminta Waspada
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengonfirmasi bahwa memang terjadi peningkatan aktivitas vulkanik di Semeru.
Meski begitu, pihaknya menegaskan bahwa rekomendasi jarak aman tetap diberlakukan, yaitu masyarakat maupun pendaki dilarang beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah Jonggring Saloko.
PVMBG menyebutkan bahwa letusan yang terjadi termasuk kategori erupsi eksplosif dengan lontaran abu mencapai beberapa kilometer.
Meski tidak sebesar erupsi tahun-tahun sebelumnya, aktivitas ini cukup untuk menimbulkan kepanikan di kalangan pendaki yang berada lebih dekat dengan kawasan rawan.
Jalur Pendakian Dievaluasi, Pendaki Diimbau Ikuti Informasi Resmi
Pihak TNBTS menegaskan bahwa jalur pendakian akan tetap ditutup sementara hingga seluruh area dinyatakan aman melalui evaluasi terperinci. Sebelum dibuka kembali, tim akan memastikan tidak ada potensi guguran material atau awan panas yang mengancam.
Petugas juga mengimbau para pendaki untuk selalu memeriksa informasi resmi sebelum melakukan pendakian, mengingat aktivitas Gunung Semeru cenderung fluktuatif.
“Jangan hanya mengandalkan kabar dari sesama pendaki. Pastikan update dari PVMBG dan TNBTS sebelum berangkat,” pesan salah satu petugas.
Penutup
Insiden kepanikan massal pendaki Gunung Semeru ini menjadi pengingat kuat betapa pentingnya kesiapsiagaan saat beraktivitas di gunung berapi aktif. Meski keindahan Semeru selalu memikat ribuan pendaki setiap tahun, keselamatan tetap harus menjadi prioritas utama.
Petugas berharap kejadian ini mendorong semua pihak untuk lebih patuh pada regulasi dan memperhatikan kondisi gunung sebelum melakukan pendakian.
Untuk saat ini, Semeru kembali diawasi secara ketat hingga aktivitasnya benar-benar stabil. Para pendaki pun diminta bersabar dan menunggu keputusan resmi sebelum merencanakan perjalanan berikutnya.
