dumai – Kongres PDI-P Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) yang akan digelar dalam waktu dekat dipastikan bersifat internal. Hal ini ditegaskan langsung oleh Sekretaris Jenderal partai, Hasto Kristiyanto.
Hasto menyebutkan bahwa kongres ini merupakan ajang konsolidasi kader dan evaluasi internal, sehingga kehadiran pihak eksternal tidak direncanakan, termasuk Presiden Terpilih Prabowo Subianto.
Meski hubungan politik antara PDI-P dan Prabowo sempat menghangat dalam beberapa momen, sumber internal menyatakan bahwa undangan resmi untuk Prabowo belum ada.
“Ini agenda partai yang bersifat internal, fokus untuk membahas masa depan organisasi dan kepemimpinan partai,” jelas Hasto kepada media.
Kongres kali ini juga menjadi momen penting karena akan membahas arah strategis PDI-P pasca kekalahan dalam pemilu 2024.
Meski bersifat internal, dinamika politik nasional turut memberikan tekanan tersendiri bagi partai berlambang banteng ini.
Banyak pengamat memperkirakan bahwa PDI-P akan memanfaatkan kongres untuk mengambil posisi strategis dalam menghadapi
Baca Juga : urnamen E-Sport Wali Kota Cup Season II Sukses Digelar, Ini Dia Para Jawara E-Sport Dumai
Juru bicara Gerindra menyebut bahwa sejauh ini tidak ada komunikasi formal yang mengarah pada kehadiran Prabowo dalam kongres tersebut.
“Kami menghormati bahwa itu adalah forum internal PDI-P, dan tentu kami tidak akan mencampuri,” ujar jubir Gerindra kepada wartawan.
Hubungan antara PDI-P dan Gerindra memang mengalami pasang surut dalam beberapa tahun terakhir, terutama setelah pertarungan politik di dua pemilu terakhir.
Meski begitu, dalam beberapa kesempatan Prabowo dan Megawati terlihat bersikap saling menghormati satu sama lain.
Namun hubungan pribadi yang hangat tidak serta merta membuat dinamika politik antar partai menjadi harmonis.
Beberapa kader senior PDI-P menekankan pentingnya menjaga garis ideologis dan tidak tergesa-gesa dalam merapat ke kekuasaan.
“Kongres ini bukan hanya tentang siapa yang memimpin, tapi juga soal arah politik PDI-P lima tahun ke depan,” ujar seorang pengamat politik.
Apalagi, isu regenerasi kepemimpinan di tubuh PDI-P menjadi sorotan tajam, termasuk kemungkinan munculnya Puan Maharani sebagai figur sentral.
